diposkan pada : 18-10-2023 10:01:58

Ka'bah dari Masa ke Masa

Ka'bah merupakan bangunan suci yang berada di dalam Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. Ka'bah dibangun kali pertama oleh Nabi Ibrahim AS bersama putranya Nabi Ismail AS. Dalam sejarahnya, Ka'bah telah mengalami beberapa kali pemugaran hingga sekarang.

Pendirian Ka'bah

Dalam Kitab Suci Alquran, diceritakan bahwa Ka'bah kali pertama dibangun Nabi Ibrahim AS bersama putranya Nabi Ismail AS atas perintah Allah SWT. Kisah ini dimuat di beberapa surat Alquran, yakni:

QS Al-Maidah ayat 97 : "Allah telah menjadikan Ka'bah rumah suci tempat manusia berkumpul. Demikian pula bulan haram, hadyu dan qala'id. Yang demikian itu agar kamu mengetahui, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
QS Al-Baqarah ayat 127 : "Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail, (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui." 

QS Al-Imran ayat 96 : "Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam."

Pembangunan Ka'bah diperkirakan dimulai pada sekitar tahun 1500 SM. Selain itu, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa Ka'bah dibangun sejak zaman Nabi Adam. Para ahli sejarah memperkirakan bahwa bentuk Ka'bah saat kali pertama dibangun memiliki tinggi 30 hingga 31 hasta atau 20 meter dengan lebar 20 hasta atau sekitar 10 meter. Adapun bangunannya berupa susunan batu tanpa semen yang melekatkan. Selain itu, Ka'bah awalnya tidak memiliki atap dan terdapat dua pintu. Setelah berhasil dibangun, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru kepada manusia supaya berziarah ke Ka'bah.

Ka'bah sebelum Era Islam

Sebelum Islam datang dan disebarkan oleh Nabi Muhammad, Ka'bah merupakan bangunan suci yang dikelilingi oleh berhala. Hingga kini, tidak diketahui secara pasti sejak kapan Ka'bah menjadi bangunan yang dikelilingi banyak berhala. Namun, ada sebuah riwayat yang menjelaskan bahwa anak Nabi Ibrahim, yakni Nabi Ismail, memiliki banyak pengikut. Akan tetapi, setelah Nabi Ismail meninggal, para pengikutnya dan anak-anaknya secara perlahan mulai meninggalkan kepercayaan kepada Allah dan mulai menyembah berhala.Dari situlah, Ka'bah mulai menjadi tempat pemujaan berhala. Selain itu, banyak orang dari berbagai wilayah datang mengunjungi Ka'bah untuk menyembah berhala-berhala tersebut. Berhala-berhala yang mengelilingi Ka'bah itu kemudian dinamai dengan nama para dewa. Salah satu berhala terkenal di Ka'bah pada masa itu adalah hubal yang dibawa oleh Amru bin Luha. 

Pemugaran Ka'bah

Sekitar 5 tahun sebelum kenabian Muhammad, terjadi banjir hebat yang menghancurkan dinding-dinding Ka'bah. Bencana itu kemudian membuat Bangsa Quraisy yang mendiami Mekkah, berniat merenovasi total bangunan Ka'bah karena telah lapuk dimakan usia. Akan tetapi, mereka takut karena jauh sebelumnya, Abrahah celaka ketika akan menghancurkan Ka'bah. Hanya Al-Walid bin Al-Mughirah Al-Makhzumy atau Al-Walid Ibnul Mughirah yang berani merenovasi total bangunan Ka'bah. Ia merupakan orang yang kali pertama merobohkan Ka'bah untuk direnovasi menjadi bangunan baru pada sekitar abad ke-6 M.

Kala itu, Nabi Muhammad diperkirakan telah berusia 35 tahun dan turut serta dalam pemugaran Ka'bah. Pada pemugaran tersebut, bangunan Ka'bah ditinggikan hingga 18 hasta. Sementara itu, tinggi bangunan Ka'bah dikurangi menjadi sekitar 6,5 hasta dari sebelumnya yang mencapai 30 hasta. Nabi Muhammad sebenarnya kurang sepakat dengan pemugaran Ka'bah oleh kaum Quraisy. Sebab, kaum Quraisy mengubah posisi Ka'bah sehingga tidak sama dengan bangunan awal yang didirikan Nabi Ibrahim. Meski demikian, Nabi Muhammad menahan egonya dan memilih mendahulukan kepentingan kepentingan yang kala itu baru saja memeluk Islam.

Pemugaran kedua Ka'bah dilakukan pada sekitar akhir tahun ke-36 Hijriah, tepatnya setelah Khalifah Yazid bin Muawiyah menyerbu Abdullah bin Zubair dan pengikutnya di Mekkah. Perang itu pun mengakibatkan Ka'bah terbakar dan sebagian dindingnya roboh. Kerusakan akibat perang itu kemudian membuat Ka'bah harus diratakan dengan tanah dan dibangun kembali. Abdullah bin Zubair membangun tiang-tiang di sekeliling bangunan Ka'bah dan menutupinya dengan tirai. Ia kemudian menambah bangunan Ka'bah menjadi 6 hasta, menambah tingginya menjadi 10 hasta, serta membuat dua pintu yang terdiri dari satu pintu masuk dan satu pintu keluar. Abdullah bin Zubair membangun ulang Ka'bah itu sesuai dengan hadis Nabi Muhammad soal pemugaran yang dilakukan kaum Quraisy.Wahai Aisyah, jika bukan karena kaummu baru saja meninggalkan jahiliyah, tentu mereka sudah kuperintahkan untuk menghancurkan Ka’bah agar kumasukkan ke dalamnya apa yang dikeluarkan darinya, kutempelkan (pintunya) ke tanah, kubuatkan baginya satu pintu di timur dan satu pintu di barat, dan aku akan menghubungkannya dengan dasar-dasar yang dibangun Ibrahim,” kata Nabi Muhammad kepada Sayyidah Aisyah mengenai pembangunan Ka’bah yang dilakukan kaum Quraisy itu.

Masa Nabi Muhammad 

Ka'bah kembali dipugar pada era Nabi Muhammad SAW, di abad ke-7 M. Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Nabi Muhammad meminta pemimpin dari empat suku di Mekkah untuk mengangkat Hajar Aswad secara bersamaan. Hajar Aswad ini merupakan batu yang diriwayatkan diberikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Ismail. Saat itu, ketika Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail hampir selesai membangun Ka'bah, terdapat kekurangan batu. Dari situlah datang Malaikat Jibril dengan membawa Hajar Aswad untuk menyempurnakan Ka'bah. Setelah pemugaran dan kenabian Muhammad SAW, Ka'bah masih dipenuhi oleh berhala yang mengelilinginya.

Ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, Ka'bah menjadi tempat pemujaan berhala bagi kaum Quraisy. Di sana terdapat sekitar 300-an lebih berhala yang mengelilingi Ka'bah.
Lama meninggalkan Mekkah membuat Nabi Muhammad SAW dan kaum muslim di Madinah rindu dengan Ka'bah.Pada tahun 630, Nabi Muhammad SAW bersama dengan kaum muslimin mengunjungi Mekkah dan Ka'bah. Selain itu, Nabi Muhammad juga memerintahkan untuk menghancurkan berhala-berhala yang mengelilingi Ka'bah. Peristiwa tersebut kemudian dikenal dengan Fatkhu Mekkah atau Pembebasan Mekkah.

Setelah wafatnya Nabi. 

Setelah dikuasai oleh umat Islam, pemugaran Ka'bah dilakukan kembali oleh Al Hajjaj bin Yusuf Ats Saqafi dan dipasangi marmer. Renovasi tersebut dilakukan sekitar abad ke-8 M menyusul semakin berkembangnya Islam dan banyaknya jemaah haji yang mengunjungi Ka'bah. Setelah itu, Ka'bah diperkirakan tidak mengalami pemugaran. Baru pada tahun 1040, Ka'bah direnovasi oleh Sultan Murad Khan dari Turki Utsmani.. Pemugaran yang dilakukan oleh Sultan Murad Khan dikarenakan Ka'bah mengalami kerusakan berat setelah hujan lebat dan menyebabkan banjir.
Selanjutnya, di Era Muhammad Ali Pasha, Ka'bah dipugar kembali pada abad ke-19 setelah mengalami banjir.
 

Masa Kerajaan Arab Saudi

Kemudian setelah penyatuan Arab Saudi pada 1932, raja pertamanya, Raja Abdul Aziz menjadi penjaga Ka'bah dan Masjidil Haram.Pada pemerintahan Raja Abdul Aziz, Masjidil Haram yang mengelilingi Ka'bah diperluas hingga memiliki kapasitas hampir 50.000. Selanjutnya, pemerintah Arab Saudi merenovasi besar-besaran Masjidil Haram hingga mampu menampung satu juta jamaah pada 1982. Pada 2020, Raja Abdullah bin Abdul Aziz merenovasi kembali Masjidil Haram hingga mampu menampung jamaah sekitar hampir 1,2 juta jamaah.

 

Semoga bermanfaat

 

 


 

Umrah Akhir Tahun 2023

Posting by Admin

Umrah Akhir Tahun 2023

Momen berharga di akhir tahun! Jadilah bagian dari perjalanan suci kami ke Tanah Suci dalam liburan akhir tahun."   Libur akhir tahun akan segera tiba, inilah waktu yang tepat untuk melaksanakan ibadah umroh sambil mengunjungi tempat-tempat bersejarah di kota Madinah dan juga di Mekkah. Pada saat Anda menunaika



272 Kali